Wednesday, April 22, 2026

Berita Perayaan Hari Kartini di SMKN Ampibabo, Selasa 21 April 2026


Suara Kartini SMKN Ampibabo: Berani Bermimpi, Nyata Beraksi dalam Harmoni Kreativitas Vokasi

AMPIBABO – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali bergelora di lingkungan SMKN Ampibabo. Pada hari ini, sekolah sukses menyelenggarakan peringatan Hari Kartini dengan tema sentral "Suara Kartini SMKN Ampibabo: Berani Bermimpi, Nyata Beraksi". Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh perwakilan kelas dengan menampilkan beragam bakat dan kompetensi siswa di bidang seni, kuliner, hingga teknologi informasi.




Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Makna

Kegiatan diawali dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya yang membangkitkan jiwa patriotisme. Suasana semakin sakral saat Sanggar Seni Toma I'Sima SMKN Ampibabo menyuguhkan Tari Mokambu, sebuah tarian penyambutan yang memukau para hadirin.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan sambutan dari Kepala SMKN Ampibabo, Ibu Suprihatin Ngurawan, S.Pd., M.Si., yang secara resmi membuka kegiatan. Berikut adalah cuplikan narasi pidato beliau yang penuh motivasi:

"Anak-anakku sekalian, sosok Kartini bukan sekadar kebaya atau sanggul. Kartini adalah simbol keberanian untuk mendobrak keterbatasan dengan ilmu pengetahuan. Di dunia vokasi (SMK), kalian adalah 'Kartini-Kartini Modern'. Jika dulu Kartini berjuang melalui tulisan, hari ini kalian berjuang melalui karya nyata—melalui sketsa poster, melalui kreativitas vlog, hingga kemahiran mengolah kuliner. Jangan takut bermimpi besar, karena di SMK, mimpi kalian tidak hanya di awang-awang, tapi nyata beraksi melalui skill yang kalian asah setiap hari. Mari jadikan semangat ini sebagai bahan bakar untuk menjadi lulusan yang kompeten, mandiri, dan berkarakter."

Setelah sambutan, Ketua Panitia membacakan Riwayat Hidup R.A. Kartini untuk mengingatkan kembali esensi perjuangan beliau dalam memperjuangkan kesetaraan pendidikan.


Ajang Pembuktian Kompetensi Siswa

Keseruan berlanjut pada sesi perlombaan yang dirancang untuk menguji kreativitas dan mentalitas juara para siswa:

  1. Pameran & Wawancara Makna Poster: Siswa tidak hanya dituntut membuat visual yang menarik, tetapi juga mampu mempresentasikan filosofi di balik karyanya. Narasi positif dalam sesi ini menekankan bahwa setiap garis dan warna adalah representasi suara hati siswa dalam memandang masa depan bangsa.

  2. Fashion Show Casual Ethnic: Panggung megah SMKN Ampibabo diramaikan dengan peragaan busana yang memadukan unsur modern dan tradisional, mencerminkan identitas generasi muda yang bangga akan budaya namun tetap relevan dengan zaman.

  3. Lomba Video Vlog: Mengambil sudut pandang digital, lomba ini menjadi wadah bagi siswa untuk mahir berkomunikasi secara visual dan kreatif di media sosial.

  4. Lomba Nasi Tumpeng Kearifan Lokal: Sebagai penutup rangkaian lomba, para siswa menunjukkan kebolehannya dalam bidang tata boga dengan menyajikan tumpeng yang kaya akan cita rasa nusantara.


Tujuan Kegiatan: Membangun Generasi Vokasi yang Unggul

Penyelenggaraan kegiatan "Suara Kartini" ini memiliki tujuan yang sangat mendasar bagi pengembangan karakter siswa SMK, antara lain:

  • Menumbuhkan Mentalitas 'Nyata Beraksi': Menanamkan bahwa setiap ide harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata, sesuai dengan semangat pendidikan vokasi yang berbasis praktik.

  • Penguatan Karakter dan Etika: Mengintegrasikan nilai-nilai luhur perjuangan Kartini (gigih, cerdas, dan santun) ke dalam kepribadian siswa sebagai calon tenaga kerja profesional.

  • Wadah Ekspresi Kreatif: Memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat di luar jam pelajaran formal demi keseimbangan hard skill dan soft skill.

  • Melestarikan Kearifan Lokal: Melalui lomba tumpeng dan tari tradisional, sekolah berupaya mencetak lulusan yang mendunia namun tetap berpijak pada akar budaya lokal.

Acara diakhiri dengan momen hangat dan penuh kekeluargaan, yakni penilaian sekaligus makan nasi tumpeng bersama seluruh warga sekolah. Melalui kegiatan ini, SMKN Ampibabo membuktikan bahwa semangat Kartini tetap hidup dan terus bertransformasi dalam aksi nyata para generasi muda vokasi.


Penulis: Operator Multimedia SMKN Ampibabo

Lokasi: Ampibabo, Sulawesi Tengah

LINK BERITA 

Monday, March 10, 2025

 "Rumah Tua" adalah sebuah cerpen yang mengisahkan perjalanan emosional seorang tokoh dalam menemukan makna rumah, kenangan, dan kehilangan. Cerita ini membawa pembaca menyusuri lorong-lorong sebuah rumah tua yang menyimpan banyak cerita masa lalu, menghadirkan nuansa nostalgia, misteri, dan refleksi mendalam tentang kehidupan.

Karya ini berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Menulis Cerpen kategori Guru pada Lomba Bulan Bahasa Perpustakaan SMKN Ampibabo Tahun 2024. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan penuh makna, cerpen ini mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara masa lalu dan masa kini, serta bagaimana setiap sudut rumah bisa menjadi saksi bisu dari perjalanan hidup seseorang.

Baca cerpen "Rumah Tua" selengkapnya di blog saya!

Link Baca Cepen "Rahasia Kamar Tersembunyi di Rumah Tua"



 

Sunday, September 8, 2024

Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila

Refleksi Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Gerak dan Irama

Berikut Tautan Link Audio Mp3 Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila : 
Unduh Audio Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila Disini

Dalam rangka memperkuat dan menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda, Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila ini hadir sebagai wujud seni yang memadukan kekayaan budaya dengan filosofi dasar negara kita. Setiap gerakan tari ini dirancang untuk merefleksikan enam karakter utama dalam Profil Pelajar Pancasila: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, kebhinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

Semoga melalui irama dan gerakan ini, kita semua dapat merenungkan pentingnya peran pelajar dalam menjaga jati diri bangsa dan menghidupkan semangat persatuan. Silakan dengarkan audio Mp3 tari ini dan rasakan pesan kebangsaan yang tersampaikan lewat seni gerak.

Berikut Tautan Link Audio Mp3 Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila : 

Unduh Audio Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila Disini

Monday, September 2, 2024

 The Transformative Power of Education: Shaping Future Generations

Education is often hailed as the cornerstone of society, a powerful tool that shapes not only the individual but also the collective future of a community. As educators, we hold the unique responsibility and privilege of guiding young minds, nurturing their potential, and preparing them to face the world with confidence and wisdom.

In today’s rapidly changing world, the role of education has evolved significantly. No longer confined to the traditional classroom, learning now transcends physical boundaries, embracing digital platforms and innovative methodologies. However, the core essence of education remains unchanged: to empower students with knowledge, critical thinking skills, and a sense of moral responsibility.

One of the key challenges in modern education is catering to the diverse needs of students. Each learner is unique, with their own strengths, weaknesses, and learning styles. As teachers, it’s crucial to recognize and adapt to these differences, ensuring that every student receives the support and encouragement they need to succeed. Differentiated instruction, personalized learning plans, and inclusive education practices are just a few ways we can address this diversity in the classroom.

Moreover, education is not just about academic achievements. It’s about fostering a love for learning, encouraging curiosity, and helping students develop into well-rounded individuals. In this context, the role of extracurricular activities, arts, sports, and community involvement cannot be overstated. These aspects of education play a vital role in building character, resilience, and interpersonal skills.

The integration of technology in education has opened up new avenues for learning, making it more accessible and engaging. From online courses to interactive learning apps, technology has the potential to revolutionize how we teach and learn. However, it’s important to strike a balance, ensuring that technology enhances rather than replaces the human element of education. Teachers remain at the heart of this process, guiding students through the vast information available and helping them develop critical thinking skills.

As we look to the future, it’s clear that education will continue to evolve. The challenges we face today—such as adapting to new technologies, addressing inequalities in education, and preparing students for an uncertain future—require innovative solutions and a commitment to continuous improvement. As educators, we must remain lifelong learners ourselves, staying updated with the latest developments in our field and being open to new ideas and approaches.

In conclusion, the impact of education extends far beyond the classroom. It shapes the future of individuals and societies, fostering a generation of thinkers, creators, and leaders. As teachers, we have the profound responsibility of nurturing this potential, guiding our students towards a brighter, more informed, and compassionate future.


Rai Ratih Erlia,S.Pd.,Gr

Ampibabo, 2/9/2024

Wednesday, July 3, 2024

 Fokus Topik: Menangani Perbedaan Gaya Belajar di Kelas

Rancangan Kegiatan: "Pembelajaran Multimodal untuk Mendukung Gaya Belajar Beragam"

Tujuan: Meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan mengakomodasi berbagai gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) di kelas.

Langkah-Langkah:

  1. Asesmen Awal:

    • Lakukan survei atau tes sederhana untuk mengidentifikasi gaya belajar dominan setiap siswa.
  2. Penyusunan Materi:

    • Siapkan materi pembelajaran dalam berbagai format: visual (video, diagram), auditori (podcast, diskusi), dan kinestetik (kegiatan hands-on, eksperimen).
  3. Penerapan Strategi Pembelajaran Multimodal:

    • Visual: Gunakan presentasi PowerPoint, infografis, dan video edukatif selama penjelasan materi.
    • Auditori: Adakan sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan dengarkan podcast terkait topik yang dibahas.
    • Kinestetik: Rancang kegiatan praktis seperti eksperimen, proyek kelompok, atau simulasi yang melibatkan aktivitas fisik.
  4. Kelompok Belajar:

    • Bentuk kelompok belajar kecil dengan campuran gaya belajar sehingga siswa dapat saling belajar dan membantu.
  5. Rotasi Kegiatan:

    • Buat jadwal rotasi kegiatan yang memastikan setiap siswa terlibat dalam berbagai jenis aktivitas pembelajaran untuk mengeksplorasi semua gaya belajar.
  6. Umpan Balik dan Refleksi:

    • Adakan sesi umpan balik rutin dengan siswa untuk mengetahui efektivitas metode yang digunakan dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
  7. Dukungan Tambahan:

    • Sediakan sumber daya tambahan seperti buku, aplikasi edukasi, dan waktu konsultasi individu bagi siswa yang memerlukan bantuan ekstra.
  8. Evaluasi Berkala:

    • Lakukan evaluasi berkala untuk menilai kemajuan siswa dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki atau diperkuat.

Dengan strategi ini, diharapkan semua siswa dapat belajar secara optimal sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing, sehingga meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.

Saturday, November 4, 2023

 Dunia Tanpa Bullying

Dalam Goresan Pena “Ratih……”




Di dunia yang penuh warna dan arti,

Terhanyut dalam perbedaan dan cinta,

Kita berjalan di sepanjang jalan kehidupan,

Seringkali ada bayangan tak terlupakan.


Bullying, seakan-akan hantu gelap,

Menghantui jiwa-jiwa yang lemah dan rapuh,

Kata-kata tajam dan perlakuan kejam,

Menorehkan luka dalam, tanpa ampun.


Bersatu, bersama-sama kita tegak,

Melindungi yang lemah, memberi mereka harapan,

Menjadi cahaya di kegelapan,

Menghapus air mata mereka yang terluka.


Kita semua unik, seperti pelangi yang berkilau,

Dalam keanekaragaman, mari berdiri teguh,

Membangun dunia tanpa bullying,

Tempat cinta dan kasih sayang bersemi.


Bersama-sama, tangan dalam tangan,

Melawan bullying dengan tekad yang bulat,

Membangun jembatan kebaikan, bukan dinding,

Mari bersinar dengan bijaksana.


Bullying adalah bayangan yang tak seharusnya ada,

Mari menggantinya dengan cahaya yang terang,

Supaya hidup dalam damai dan persahabatan,

Bersama-sama menciptakan dunia yang lebih baik

Monday, October 30, 2023

Tech-LIFE Seri 1

"Mengungkap Dunia Bahasa Inggris Melalui Tech-LIFE (Seri 1): 

Belajar Lebih Menyenangkan dengan Teknologi"


Pendahuluan:

Belajar Bahasa Inggris dapat menjadi pengalaman yang menarik dan bermanfaat. Namun, dalam era teknologi digital yang terus berkembang, para pembelajar memiliki kesempatan tak terbatas untuk mendekati pembelajaran bahasa dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Di dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep inovatif "Tech-LIFE" (Technology- Based Learning Interactive and Fun English) yang menggabungkan berbagai platform teknologi untuk membuat belajar Bahasa Inggris lebih interaktif dan menyenangkan.


1. Google Earth: Mengenali Lokasi yang Akan Dideskripsikan

Teknologi telah memungkinkan kita untuk menjelajahi dunia dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Salah satu alat yang sangat berguna untuk belajar Bahasa Inggris adalah Google Earth. Platform ini memungkinkan kita untuk mengeksplorasi tempat-tempat di seluruh dunia dengan tampilan 3D dan gambar satelit yang detail. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, guru dapat memanfaatkan Google Earth untuk membantu siswa menemukan lokasi tempat yang akan dideskripsikan dalam bahasa Inggris. Siswa dapat mempraktikkan keterampilan mendeskripsikan tempat, menggunakan kata sifat, dan memahami tata bahasa yang sesuai.


2. YouTube VR: Mencari Informasi Detail tentang Tempat Tersebut

YouTube VR adalah alat hebat lainnya dalam Tech-LIFE. Guru dapat memanfaatkan platform ini untuk memperkenalkan siswa pada berbagai video yang menggambarkan tempat-tempat di seluruh dunia. Siswa dapat menjelajahi tempat-tempat tersebut dalam suasana 360 derajat dan mendapatkan informasi rinci tentang budaya, sejarah, dan keunikan tempat tersebut. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami konteks tempat yang akan mereka deskripsikan dalam bahasa Inggris, serta memperkaya perbendaharaan kosakata mereka.


3. Google Jamboard: Brainstorming Ide untuk Membuat Paragraf Deskripsi

Setelah mengenal lokasi dan mendapatkan informasi dari YouTube VR, siswa dapat menggunakan Google Jamboard untuk melakukan brainstorming ide dalam pembuatan deskripsi tempat tersebut. Google Jamboard adalah alat kolaboratif berbasis cloud yang memungkinkan siswa dan guru untuk berbagi ide, gambar, dan catatan dalam waktu nyata. Siswa dapat bekerja sama untuk merencanakan paragraf deskripsi mereka, mengorganisasi ide, dan memilih kata-kata yang sesuai untuk menjelaskan tempat tersebut dengan baik.


4. Quizizz: Evaluasi Akhir Pembelajaran

Pada akhir pembelajaran, guru dapat memanfaatkan platform teknologi Quizizz untuk melakukan evaluasi akhir pembelajaran. Quizizz adalah platform kuis online yang interaktif dan menyenangkan. Guru dapat membuat kuis bahasa Inggris yang berfokus pada deskripsi tempat-tempat yang telah dipelajari. Ini membantu siswa untuk mengukur pemahaman mereka tentang konten pembelajaran dan meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka.


Kesimpulan:

Belajar Bahasa Inggris dengan pendekatan "Tech-LIFE" memungkinkan guru dan peserta didik untuk mendapatkan pengalaman yang lebih menarik dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Dengan memanfaatkan Google Earth, YouTube VR, Google Jamboard, dan Quizizz, siswa dapat mengembangkan keterampilan bahasa Inggris mereka sambil menjelajahi dunia secara virtual. Inovasi dalam pendekatan pembelajaran seperti ini dapat membantu siswa lebih merasa terhubung dengan materi pembelajaran dan meningkatkan motivasi mereka untuk belajar Bahasa Inggris. Selamat belajar!

Berikut adalah Link Video Pembelajaran yang sudah saya terapkan di kelas saya....'

Video Pembelajaran Pemanfaatan Google Earth, Google Jamboard, Youtube VR dan Quizizz

Wednesday, October 25, 2023

 

Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan

“Perjalanan PembaTIK Level 4”

 

 Salam dan Bahagia Ibu dan Bapak Guru Hebat! Saya sangat senang berbagi pengalaman dan perjalanan saya dalam PembaTIK Level 4. Kegiatan ini telah membuka pintu bagi saya untuk menjelajahi dunia inovasi dalam pendidikan dan bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik.

 

1. Menyusun Action Plan Bersama Sahabat Teknologi

Perjalanan ini dimulai dengan menyusun Action Plan bersama sahabat teknologi di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023. Kami merencanakan tujuan kami, dan memutuskan bagaimana kami akan mencapainya. Kolaborasi ini adalah landasan penting yang akan membantu kami sepanjang perjalanan ini.

 

2. Bergabung dalam Komunitas Belajar PembaTIK Provinsi Sulawesi Tengah di PMM

Saatnya kami bergabung dalam komunitas belajar PembaTIK Provinsi Sulawesi Tengah di PMM. Ini adalah tempat di mana kami memperdalam pengetahuan dan keterampilan kami tentang teknologi dalam pendidikan. Kami mendapatkan wawasan baru, bertukar ide, dan membangun jaringan yang kuat dengan rekan-rekan sejawat.

 

3. Merancang Inovasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid

Langkah selanjutnya adalah merancang inovasi pembelajaran yang berpusat pada murid. Kami mempertimbangkan gaya belajar murid, kebutuhan mereka, serta ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah. Namun, kami tidak lupa untuk memasukkan unsur kearifan lokal dalam inovasi pembelajaran yang kami buat.

 

4. Implementasi Inovasi Pembelajaran

Setelah perencanaan yang matang, saya mulai mengimplementasikan inovasi pembelajaran ini di dalam kelas. Ini adalah momen yang sangat dinanti-nanti, ketika kita melihat bagaimana inovasi tersebut berdampak positif pada pengalaman belajar siswa-siswa kami.

 

5. Refleksi untuk Perbaikan Pembelajaran

Penting untuk selalu merenung dan merenapi setiap langkah yang kita ambil. Oleh karena itu, saya melakukan refleksi secara teratur untuk memperbaiki pembelajaran. Setiap perbaikan kecil membawa kita lebih dekat pada pembelajaran yang lebih baik.

 

6. Diseminasi Praktik Baik Inovasi Pembelajaran

Setelah implementasi yang sukses, saya berkoordinasi dengan pimpinan dan memohon izin untuk melaksanakan diseminasi Praktik Baik Inovasi Pembelajaran yang memanfaatkan platform teknologi. Saya ingin berterima kasih kepada Ibu Suprihatin Ngurawan, S.Pd., M.Si., selaku Kepala SMKN Ampibabo, dan Ibu Sarifah, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Cabang Dinas Wilayah II Kabupaten Parigi Moutong & Donggala. Mereka memberikan dukungan yang sangat berarti.

 

7. Berbagi Praktik Baik dengan Rekan Sejawat dan Guru

Saya mulai berbagi Praktik Baik dimulai dari lingkungan terkecil saya, yaitu kepada rekan sejawat di SMKN Ampibabo. Kegiatan ini saya lakukan dengan Tujuan untuk menularkan semangat berinovasi dengan sasaran Guru sebanyak 10 Orang. Kemudian, saya memperluas berbagi praktik baik ini dengan berkolaborasi bersama sahabat teknologi lainnya melalui Virtual Meeting Room kepada kepala sekolah dan guru se Kab. Parigi Moutong, dengan kehadiran peserta webinar sebanyak 15 orang. Selanjutnya, saya juga berkolaborasi dengan 2 Sahabat Teknologi lintas Kabupaten untuk berbagi dalam Webinar Komunitas Belajar di PMM dengan Jumlah peserta Ruang Meeting sebanyak 30 Orang. Berbagi pengetahuan adalah langkah penting dalam menjalani perjalanan inovasi ini. 

 

Mari bersama-sama "Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar." Bersama-sama, kita dapat menciptakan perubahan positif dalam dunia pendidikan. Terima kasih atas dukungan Anda semua dalam perjalanan ini, dan saya sangat bersemangat untuk melihat apa yang akan datang di masa depan!

 

 

Seluruh perjalanan saya tersebut, telah terdokumentasi dengan baik , dapat terlihat di dalam VLOG yang sudah saya publish di Youtube..

Check This Out   Vlog PembaTIK Level 4 (RaiRatihErlia)

 

 

Ampibabo, Oktober 2023

Rai Ratih Erlia.

Berita Perayaan Hari Kartini di SMKN Ampibabo, Selasa 21 April 2026

Suara Kartini SMKN Ampibabo: Berani Bermimpi, Nyata Beraksi dalam Harmoni Kreativitas Vokasi AMPIBABO – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kar...