Monday, March 10, 2025

 "Rumah Tua" adalah sebuah cerpen yang mengisahkan perjalanan emosional seorang tokoh dalam menemukan makna rumah, kenangan, dan kehilangan. Cerita ini membawa pembaca menyusuri lorong-lorong sebuah rumah tua yang menyimpan banyak cerita masa lalu, menghadirkan nuansa nostalgia, misteri, dan refleksi mendalam tentang kehidupan.

Karya ini berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Menulis Cerpen kategori Guru pada Lomba Bulan Bahasa Perpustakaan SMKN Ampibabo Tahun 2024. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan penuh makna, cerpen ini mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara masa lalu dan masa kini, serta bagaimana setiap sudut rumah bisa menjadi saksi bisu dari perjalanan hidup seseorang.

Baca cerpen "Rumah Tua" selengkapnya di blog saya!

Link Baca Cepen "Rahasia Kamar Tersembunyi di Rumah Tua"



 

Sunday, September 8, 2024

Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila

Refleksi Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Gerak dan Irama

Berikut Tautan Link Audio Mp3 Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila : 
Unduh Audio Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila Disini

Dalam rangka memperkuat dan menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda, Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila ini hadir sebagai wujud seni yang memadukan kekayaan budaya dengan filosofi dasar negara kita. Setiap gerakan tari ini dirancang untuk merefleksikan enam karakter utama dalam Profil Pelajar Pancasila: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, kebhinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

Semoga melalui irama dan gerakan ini, kita semua dapat merenungkan pentingnya peran pelajar dalam menjaga jati diri bangsa dan menghidupkan semangat persatuan. Silakan dengarkan audio Mp3 tari ini dan rasakan pesan kebangsaan yang tersampaikan lewat seni gerak.

Berikut Tautan Link Audio Mp3 Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila : 

Unduh Audio Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila Disini

Monday, September 2, 2024

 The Transformative Power of Education: Shaping Future Generations

Education is often hailed as the cornerstone of society, a powerful tool that shapes not only the individual but also the collective future of a community. As educators, we hold the unique responsibility and privilege of guiding young minds, nurturing their potential, and preparing them to face the world with confidence and wisdom.

In today’s rapidly changing world, the role of education has evolved significantly. No longer confined to the traditional classroom, learning now transcends physical boundaries, embracing digital platforms and innovative methodologies. However, the core essence of education remains unchanged: to empower students with knowledge, critical thinking skills, and a sense of moral responsibility.

One of the key challenges in modern education is catering to the diverse needs of students. Each learner is unique, with their own strengths, weaknesses, and learning styles. As teachers, it’s crucial to recognize and adapt to these differences, ensuring that every student receives the support and encouragement they need to succeed. Differentiated instruction, personalized learning plans, and inclusive education practices are just a few ways we can address this diversity in the classroom.

Moreover, education is not just about academic achievements. It’s about fostering a love for learning, encouraging curiosity, and helping students develop into well-rounded individuals. In this context, the role of extracurricular activities, arts, sports, and community involvement cannot be overstated. These aspects of education play a vital role in building character, resilience, and interpersonal skills.

The integration of technology in education has opened up new avenues for learning, making it more accessible and engaging. From online courses to interactive learning apps, technology has the potential to revolutionize how we teach and learn. However, it’s important to strike a balance, ensuring that technology enhances rather than replaces the human element of education. Teachers remain at the heart of this process, guiding students through the vast information available and helping them develop critical thinking skills.

As we look to the future, it’s clear that education will continue to evolve. The challenges we face today—such as adapting to new technologies, addressing inequalities in education, and preparing students for an uncertain future—require innovative solutions and a commitment to continuous improvement. As educators, we must remain lifelong learners ourselves, staying updated with the latest developments in our field and being open to new ideas and approaches.

In conclusion, the impact of education extends far beyond the classroom. It shapes the future of individuals and societies, fostering a generation of thinkers, creators, and leaders. As teachers, we have the profound responsibility of nurturing this potential, guiding our students towards a brighter, more informed, and compassionate future.


Rai Ratih Erlia,S.Pd.,Gr

Ampibabo, 2/9/2024

Wednesday, July 3, 2024

 Fokus Topik: Menangani Perbedaan Gaya Belajar di Kelas

Rancangan Kegiatan: "Pembelajaran Multimodal untuk Mendukung Gaya Belajar Beragam"

Tujuan: Meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan mengakomodasi berbagai gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) di kelas.

Langkah-Langkah:

  1. Asesmen Awal:

    • Lakukan survei atau tes sederhana untuk mengidentifikasi gaya belajar dominan setiap siswa.
  2. Penyusunan Materi:

    • Siapkan materi pembelajaran dalam berbagai format: visual (video, diagram), auditori (podcast, diskusi), dan kinestetik (kegiatan hands-on, eksperimen).
  3. Penerapan Strategi Pembelajaran Multimodal:

    • Visual: Gunakan presentasi PowerPoint, infografis, dan video edukatif selama penjelasan materi.
    • Auditori: Adakan sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan dengarkan podcast terkait topik yang dibahas.
    • Kinestetik: Rancang kegiatan praktis seperti eksperimen, proyek kelompok, atau simulasi yang melibatkan aktivitas fisik.
  4. Kelompok Belajar:

    • Bentuk kelompok belajar kecil dengan campuran gaya belajar sehingga siswa dapat saling belajar dan membantu.
  5. Rotasi Kegiatan:

    • Buat jadwal rotasi kegiatan yang memastikan setiap siswa terlibat dalam berbagai jenis aktivitas pembelajaran untuk mengeksplorasi semua gaya belajar.
  6. Umpan Balik dan Refleksi:

    • Adakan sesi umpan balik rutin dengan siswa untuk mengetahui efektivitas metode yang digunakan dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
  7. Dukungan Tambahan:

    • Sediakan sumber daya tambahan seperti buku, aplikasi edukasi, dan waktu konsultasi individu bagi siswa yang memerlukan bantuan ekstra.
  8. Evaluasi Berkala:

    • Lakukan evaluasi berkala untuk menilai kemajuan siswa dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki atau diperkuat.

Dengan strategi ini, diharapkan semua siswa dapat belajar secara optimal sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing, sehingga meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.

Saturday, November 4, 2023

 Dunia Tanpa Bullying

Dalam Goresan Pena “Ratih……”




Di dunia yang penuh warna dan arti,

Terhanyut dalam perbedaan dan cinta,

Kita berjalan di sepanjang jalan kehidupan,

Seringkali ada bayangan tak terlupakan.


Bullying, seakan-akan hantu gelap,

Menghantui jiwa-jiwa yang lemah dan rapuh,

Kata-kata tajam dan perlakuan kejam,

Menorehkan luka dalam, tanpa ampun.


Bersatu, bersama-sama kita tegak,

Melindungi yang lemah, memberi mereka harapan,

Menjadi cahaya di kegelapan,

Menghapus air mata mereka yang terluka.


Kita semua unik, seperti pelangi yang berkilau,

Dalam keanekaragaman, mari berdiri teguh,

Membangun dunia tanpa bullying,

Tempat cinta dan kasih sayang bersemi.


Bersama-sama, tangan dalam tangan,

Melawan bullying dengan tekad yang bulat,

Membangun jembatan kebaikan, bukan dinding,

Mari bersinar dengan bijaksana.


Bullying adalah bayangan yang tak seharusnya ada,

Mari menggantinya dengan cahaya yang terang,

Supaya hidup dalam damai dan persahabatan,

Bersama-sama menciptakan dunia yang lebih baik

Monday, October 30, 2023

Tech-LIFE Seri 1

"Mengungkap Dunia Bahasa Inggris Melalui Tech-LIFE (Seri 1): 

Belajar Lebih Menyenangkan dengan Teknologi"


Pendahuluan:

Belajar Bahasa Inggris dapat menjadi pengalaman yang menarik dan bermanfaat. Namun, dalam era teknologi digital yang terus berkembang, para pembelajar memiliki kesempatan tak terbatas untuk mendekati pembelajaran bahasa dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Di dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep inovatif "Tech-LIFE" (Technology- Based Learning Interactive and Fun English) yang menggabungkan berbagai platform teknologi untuk membuat belajar Bahasa Inggris lebih interaktif dan menyenangkan.


1. Google Earth: Mengenali Lokasi yang Akan Dideskripsikan

Teknologi telah memungkinkan kita untuk menjelajahi dunia dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Salah satu alat yang sangat berguna untuk belajar Bahasa Inggris adalah Google Earth. Platform ini memungkinkan kita untuk mengeksplorasi tempat-tempat di seluruh dunia dengan tampilan 3D dan gambar satelit yang detail. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, guru dapat memanfaatkan Google Earth untuk membantu siswa menemukan lokasi tempat yang akan dideskripsikan dalam bahasa Inggris. Siswa dapat mempraktikkan keterampilan mendeskripsikan tempat, menggunakan kata sifat, dan memahami tata bahasa yang sesuai.


2. YouTube VR: Mencari Informasi Detail tentang Tempat Tersebut

YouTube VR adalah alat hebat lainnya dalam Tech-LIFE. Guru dapat memanfaatkan platform ini untuk memperkenalkan siswa pada berbagai video yang menggambarkan tempat-tempat di seluruh dunia. Siswa dapat menjelajahi tempat-tempat tersebut dalam suasana 360 derajat dan mendapatkan informasi rinci tentang budaya, sejarah, dan keunikan tempat tersebut. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami konteks tempat yang akan mereka deskripsikan dalam bahasa Inggris, serta memperkaya perbendaharaan kosakata mereka.


3. Google Jamboard: Brainstorming Ide untuk Membuat Paragraf Deskripsi

Setelah mengenal lokasi dan mendapatkan informasi dari YouTube VR, siswa dapat menggunakan Google Jamboard untuk melakukan brainstorming ide dalam pembuatan deskripsi tempat tersebut. Google Jamboard adalah alat kolaboratif berbasis cloud yang memungkinkan siswa dan guru untuk berbagi ide, gambar, dan catatan dalam waktu nyata. Siswa dapat bekerja sama untuk merencanakan paragraf deskripsi mereka, mengorganisasi ide, dan memilih kata-kata yang sesuai untuk menjelaskan tempat tersebut dengan baik.


4. Quizizz: Evaluasi Akhir Pembelajaran

Pada akhir pembelajaran, guru dapat memanfaatkan platform teknologi Quizizz untuk melakukan evaluasi akhir pembelajaran. Quizizz adalah platform kuis online yang interaktif dan menyenangkan. Guru dapat membuat kuis bahasa Inggris yang berfokus pada deskripsi tempat-tempat yang telah dipelajari. Ini membantu siswa untuk mengukur pemahaman mereka tentang konten pembelajaran dan meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka.


Kesimpulan:

Belajar Bahasa Inggris dengan pendekatan "Tech-LIFE" memungkinkan guru dan peserta didik untuk mendapatkan pengalaman yang lebih menarik dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Dengan memanfaatkan Google Earth, YouTube VR, Google Jamboard, dan Quizizz, siswa dapat mengembangkan keterampilan bahasa Inggris mereka sambil menjelajahi dunia secara virtual. Inovasi dalam pendekatan pembelajaran seperti ini dapat membantu siswa lebih merasa terhubung dengan materi pembelajaran dan meningkatkan motivasi mereka untuk belajar Bahasa Inggris. Selamat belajar!

Berikut adalah Link Video Pembelajaran yang sudah saya terapkan di kelas saya....'

Video Pembelajaran Pemanfaatan Google Earth, Google Jamboard, Youtube VR dan Quizizz

Wednesday, October 25, 2023

 

Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan

“Perjalanan PembaTIK Level 4”

 

 Salam dan Bahagia Ibu dan Bapak Guru Hebat! Saya sangat senang berbagi pengalaman dan perjalanan saya dalam PembaTIK Level 4. Kegiatan ini telah membuka pintu bagi saya untuk menjelajahi dunia inovasi dalam pendidikan dan bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik.

 

1. Menyusun Action Plan Bersama Sahabat Teknologi

Perjalanan ini dimulai dengan menyusun Action Plan bersama sahabat teknologi di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023. Kami merencanakan tujuan kami, dan memutuskan bagaimana kami akan mencapainya. Kolaborasi ini adalah landasan penting yang akan membantu kami sepanjang perjalanan ini.

 

2. Bergabung dalam Komunitas Belajar PembaTIK Provinsi Sulawesi Tengah di PMM

Saatnya kami bergabung dalam komunitas belajar PembaTIK Provinsi Sulawesi Tengah di PMM. Ini adalah tempat di mana kami memperdalam pengetahuan dan keterampilan kami tentang teknologi dalam pendidikan. Kami mendapatkan wawasan baru, bertukar ide, dan membangun jaringan yang kuat dengan rekan-rekan sejawat.

 

3. Merancang Inovasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid

Langkah selanjutnya adalah merancang inovasi pembelajaran yang berpusat pada murid. Kami mempertimbangkan gaya belajar murid, kebutuhan mereka, serta ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah. Namun, kami tidak lupa untuk memasukkan unsur kearifan lokal dalam inovasi pembelajaran yang kami buat.

 

4. Implementasi Inovasi Pembelajaran

Setelah perencanaan yang matang, saya mulai mengimplementasikan inovasi pembelajaran ini di dalam kelas. Ini adalah momen yang sangat dinanti-nanti, ketika kita melihat bagaimana inovasi tersebut berdampak positif pada pengalaman belajar siswa-siswa kami.

 

5. Refleksi untuk Perbaikan Pembelajaran

Penting untuk selalu merenung dan merenapi setiap langkah yang kita ambil. Oleh karena itu, saya melakukan refleksi secara teratur untuk memperbaiki pembelajaran. Setiap perbaikan kecil membawa kita lebih dekat pada pembelajaran yang lebih baik.

 

6. Diseminasi Praktik Baik Inovasi Pembelajaran

Setelah implementasi yang sukses, saya berkoordinasi dengan pimpinan dan memohon izin untuk melaksanakan diseminasi Praktik Baik Inovasi Pembelajaran yang memanfaatkan platform teknologi. Saya ingin berterima kasih kepada Ibu Suprihatin Ngurawan, S.Pd., M.Si., selaku Kepala SMKN Ampibabo, dan Ibu Sarifah, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Cabang Dinas Wilayah II Kabupaten Parigi Moutong & Donggala. Mereka memberikan dukungan yang sangat berarti.

 

7. Berbagi Praktik Baik dengan Rekan Sejawat dan Guru

Saya mulai berbagi Praktik Baik dimulai dari lingkungan terkecil saya, yaitu kepada rekan sejawat di SMKN Ampibabo. Kegiatan ini saya lakukan dengan Tujuan untuk menularkan semangat berinovasi dengan sasaran Guru sebanyak 10 Orang. Kemudian, saya memperluas berbagi praktik baik ini dengan berkolaborasi bersama sahabat teknologi lainnya melalui Virtual Meeting Room kepada kepala sekolah dan guru se Kab. Parigi Moutong, dengan kehadiran peserta webinar sebanyak 15 orang. Selanjutnya, saya juga berkolaborasi dengan 2 Sahabat Teknologi lintas Kabupaten untuk berbagi dalam Webinar Komunitas Belajar di PMM dengan Jumlah peserta Ruang Meeting sebanyak 30 Orang. Berbagi pengetahuan adalah langkah penting dalam menjalani perjalanan inovasi ini. 

 

Mari bersama-sama "Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar." Bersama-sama, kita dapat menciptakan perubahan positif dalam dunia pendidikan. Terima kasih atas dukungan Anda semua dalam perjalanan ini, dan saya sangat bersemangat untuk melihat apa yang akan datang di masa depan!

 

 

Seluruh perjalanan saya tersebut, telah terdokumentasi dengan baik , dapat terlihat di dalam VLOG yang sudah saya publish di Youtube..

Check This Out   Vlog PembaTIK Level 4 (RaiRatihErlia)

 

 

Ampibabo, Oktober 2023

Rai Ratih Erlia.

 Berbagi Praktik Baik 

Pemanfaatan Teknologi dalam Inovasi Pembelajaran

di SMKN Ampibabo, Kab.Parigi Moutong Prov. Sulawesi Tengah



Kegiatan Diseminasi Praktik Baik ini merupakan salah salah satu Tugas akhir pada PembaTIK Level 4 Yakni Level “Berbagi dan Berkolaborasi”, di mana saya bertekad untuk berbagi pengetahuan dan menginspirasi rekan guru di sekolah ini tentang pemanfaatan teknologi dalam inovasi pembelajaran.

Izin dan Persetujuan Kepala Sekolah

Langkah pertama yang saya lakukan adalah meminta izin dan persetujuan dari Kepala Sekolah, Ibu SUPRIHATIN NGURAWAN,S.Pd.,M.Si Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada beliau atas dukungan dan izinnya untuk melaksanakan kegiatan berbagi ini. Ini adalah langkah penting yang menunjukkan komitmen sekolah untuk berinovasi dalam proses pembelajaran.

Diseminasi Pemanfaatan Platform Teknologi

Setelah mendapatkan izin, saya mulai dengan sesi diseminasi kepada rekan sejawat. Saya berbagi praktik baik tentang bagaimana saya memanfaatkan teknologi di dalam kelas untuk membuat pembelajaran lebih menarik, efektif, dan interaktif. Sesi ini bertujuan untuk memperkenalkan rekan guru dengan berbagai alat dan metode pembelajaran berbasis teknologi yang telah saya gunakan.

Pemanfaatan Canva, PPT, Kahoot, dan Quizziz

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah ketika saya mengajak rekan-rekan guru untuk langsung terlibat dalam pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif di Canva. Kami juga mencoba membuat kuis dengan platform Kahoot dan bermain dengan Quizziz Paper Mode. Hasilnya luar biasa, rekan-rekan guru sangat antusias dan terinspirasi. Mereka menyadari potensi besar teknologi dalam memperkaya pembelajaran.

Hasil dan Dampak Positif

Hasil yang paling memuaskan dari kegiatan ini adalah melihat semangat dan keinginan rekan guru untuk mulai menjalankan inovasi pembelajaran berbasis teknologi di kelas mereka. Mereka sangat senang dan terinspirasi oleh kesempatan untuk menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan berinteraksi dengan siswa secara lebih efektif. Bahkan Pada kegiatan Diseminasi tersebut, Bapak/Ibu guru hebat sudah bisa membuat MPI (Multimedia Pembelajaran Interaktif) di canva.

Kami kini memiliki tim guru yang semakin percaya diri dalam menggunakan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Saya yakin bahwa inovasi pembelajaran ini akan memberikan manfaat besar bagi siswa kami.

Penutup

Kegiatan berbagi dan berkolaborasi ini merupakan tonggak berarti dalam upaya kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN Ampibabo. Terima kasih kepada semua rekan guru yang telah terlibat dan berkontribusi dalam kegiatan ini. Kami berharap bahwa inovasi ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif pada pendidikan di sekolah kami. Kami akan terus berbagi dan belajar bersama untuk masa depan yang lebih cerah dalam dunia pendidikan.

Seluruh kegiatan tersebut, telah terdokumentasi dengan baik dan dapat dilihat di dalam VLOG yang sudah saya publish di Youtube..Cek Link Video dibawah ini ya.

Check This Out  https://youtu.be/1pUQR0zDhDU


Rai Ratih Erlia,S.Pd.,Gr

Ampibabo, Oktober 2023

 

Thursday, October 19, 2023

 Pentingnya Pemanfaatan Teknologi Inovatif dalam Pembelajaran: Inovasi "Tech-LIFE"




Pendidikan adalah fondasi utama dalam pembangunan masyarakat dan individu. Di era digital yang terus berkembang, teknologi telah membawa perubahan mendasar dalam cara kita belajar dan mengajar. Inovasi dalam pendidikan, seperti yang diajukan dalam gagasan "Tech-LIFE" (Technology-Based Learning Interactive and Fun English), menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi inovatif dalam proses pembelajaran. Artikel ini akan menjelaskan mengapa pendekatan seperti "Tech-LIFE" menjadi penting dan bagaimana teknologi berperan dalam transformasi pendidikan.

1. Kemudahan Aksesibilitas

Salah satu keunggulan besar dari pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran adalah meningkatkan aksesibilitas. Dengan bantuan perangkat digital dan konektivitas internet, siswa dari berbagai latar belakang dan geografis dapat mengakses sumber daya pendidikan secara online. Ini memecahkan masalah geografis dan ekonomi yang sering menjadi hambatan dalam mengakses pendidikan berkualitas.

2. Pembelajaran Interaktif

"Tech-LIFE" menekankan pentingnya pembelajaran interaktif. Melalui teknologi, pembelajaran bisa menjadi lebih menarik dan berpartisipasi. Misalnya, aplikasi pembelajaran bahasa seperti Duolingo atau Rosetta Stone menggabungkan elemen permainan ke dalam pengajaran bahasa, membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Ini membantu siswa untuk tetap termotivasi dan lebih fokus dalam proses belajar.

3. Personalisasi Pembelajaran

Teknologi memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal. Sistem cerdas dapat menganalisis kekuatan dan kelemahan siswa, dan kemudian menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu. Dengan "Tech-LIFE," pembelajaran bahasa Inggris dapat dipersonalisasi sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa, yang meningkatkan efektivitas pembelajaran.

4. Ketersediaan Sumber Daya Digital

Pemanfaatan teknologi juga melibatkan penggunaan sumber daya digital, seperti video, buku elektronik, dan perangkat lunak edukasi. Ini berarti siswa dan guru memiliki akses lebih besar terhadap informasi dan alat pembelajaran yang relevan. "Tech-LIFE" dapat memberikan akses ke berbagai sumber daya yang membantu siswa memahami bahasa Inggris dengan lebih baik.

5. Koneksi Global

Salah satu keunggulan teknologi adalah kemampuannya untuk menghubungkan siswa ke seluruh dunia. Dengan "Tech-LIFE," siswa dapat berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda, meningkatkan pemahaman lintas budaya dan kemampuan berbahasa.

6. Keberlanjutan dan Inovasi

Teknologi terus berkembang, yang berarti bahwa metode pembelajaran dapat diupdate dan ditingkatkan secara berkala. Dengan "Tech-LIFE," inovasi terus-menerus dapat diterapkan untuk menjaga pembelajaran tetap relevan dan efisien.

7. Persiapan untuk Dunia Digital

Dengan dunia yang semakin terkoneksi secara digital, penting bagi siswa untuk mengembangkan literasi digital dan keterampilan yang relevan. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, seperti yang dicontohkan oleh "Tech-LIFE," membantu siswa untuk memahami dan menguasai teknologi yang akan mereka hadapi di dunia nyata.

Dalam kesimpulan, teknologi telah membawa perubahan besar dalam pendidikan, memungkinkan inovasi seperti "Tech-LIFE" untuk berkembang. Pemanfaatan teknologi inovatif dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga membuat pembelajaran lebih interaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan individu. Hal ini membantu siswa untuk mempersiapkan diri untuk masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi. Dengan terus menggabungkan teknologi dalam pendidikan, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik, yang membantu siswa meraih kesuksesan masa depan.

Berikut adalah contoh Multimedia Pembelajaran Interaktif yang saya buat untuk Pembelajaran Bahasa Inggris "Procedure Text" di kelas X Fase E

Klik Link https://www.canva.com/design/DAFuhYPy4MI/IvoAMMAIRcndd3ZDQXH84g/view?utm_content=DAFuhYPy4MI&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=publishsharelink

dan https://www.canva.com/design/DAFxnYrEpPE/RCEetOHp3RAmiYUK31SYHA/edit?utm_content=DAFxnYrEpPE&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

 


Wednesday, October 18, 2023

 Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Siswa

Setiap individu memiliki cara belajar yang berbeda. Meskipun semua orang memiliki potensi untuk memahami dan menguasai materi pelajaran, metode dan gaya belajar seseorang dapat memengaruhi sejauh mana mereka dapat berhasil dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengakui pentingnya mengetahui gaya belajar siswa. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan mengapa pemahaman terhadap gaya belajar siswa sangat penting.

  1. Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran

Setiap siswa memiliki preferensi dan gaya belajar yang unik. Beberapa siswa mungkin lebih suka belajar dengan metode auditif, yang melibatkan mendengarkan kuliah atau rekaman audio. Sementara itu, yang lain mungkin lebih memilih belajar dengan metode visual, seperti melalui gambar, diagram, atau grafik. Siswa lain mungkin lebih suka belajar dengan cara kinestetik, yang melibatkan tindakan fisik atau pengalaman langsung. Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru dapat menyajikan materi pembelajaran dengan cara yang sesuai dengan preferensi masing-masing siswa, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran mereka.

  1. Meningkatkan Motivasi

Siswa cenderung lebih termotivasi ketika mereka belajar dengan cara yang mereka sukai. Ketika guru menggunakan metode yang sesuai dengan gaya belajar siswa, siswa akan merasa lebih terlibat dalam proses belajar, dan ini dapat meningkatkan motivasi mereka. Siswa yang merasa termotivasi cenderung belajar dengan lebih baik, lebih tekun, dan lebih lama, yang pada akhirnya akan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam pembelajaran.

  1. Mengatasi Kesulitan Belajar

Dalam beberapa kasus, siswa mungkin mengalami kesulitan belajar karena metode pengajaran yang tidak sesuai dengan gaya belajar mereka. Misalnya, seorang siswa dengan gaya belajar kinestetik mungkin kesulitan memahami materi jika hanya diberikan dalam bentuk tulisan atau kuliah. Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru dapat mencari cara untuk mengatasi kesulitan belajar ini dengan menyediakan alternatif yang sesuai dengan gaya belajar siswa tersebut. Hal ini dapat membantu siswa mengatasi hambatan dalam pembelajaran mereka.

  1. Meningkatkan Kemandirian Belajar

Dengan memahami gaya belajar siswa, mereka juga dapat belajar cara belajar secara mandiri. Siswa akan lebih mampu mengidentifikasi metode belajar yang paling efektif bagi mereka dan mengatur strategi belajar yang sesuai. Ini adalah keterampilan penting yang akan membantu mereka sepanjang hidup, terutama ketika mereka mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.

  1. Meningkatkan Pengembangan Kepribadian

Pemahaman tentang gaya belajar juga dapat membantu siswa mengenali diri mereka sendiri secara lebih baik. Mereka dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka dalam belajar dan mengembangkan kepercayaan diri yang lebih baik. Selain itu, mereka dapat lebih menghargai keragaman dalam cara orang belajar, yang akan membantu mereka berinteraksi lebih baik dengan rekan-rekan mereka di lingkungan sosial dan profesional.

Dalam kesimpulan, pemahaman terhadap gaya belajar siswa adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru, orang tua, dan siswa sendiri harus bekerja sama untuk mengidentifikasi gaya belajar individu dan menyediakan lingkungan belajar yang sesuai. Dengan cara ini, kita dapat membantu setiap siswa mencapai potensinya dalam pembelajaran dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di masa depan.

Yuk, tes gaya belajar kita disini ….. https://urlis.net/6krh2snn

Tuesday, October 10, 2023

Sebarkan Pemahaman Merdeka Belajar melalui Aksi Nyata di PMM


Penyebaran Pemahaman Merdeka Belajar melalui Aksi Nyata

Di Platform Merdeka Mengajar (PMM)



Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat. Namun, kenyataannya, akses terhadap pendidikan yang berkualitas tidak selalu merata di seluruh negeri. Dalam konteks Indonesia, berbagai tantangan seperti kesenjangan pendidikan, keterbatasan akses, dan kualitas pendidikan yang tidak selalu memadai masih menjadi isu yang perlu diatasi. Di tengah isu-isu tersebut, muncul sebuah inisiatif luar biasa yang dikenal sebagai "Merdeka Mengajar."



Penyebaran Pemahaman Merdeka Belajar

Salah satu fokus utama dari Merdeka Mengajar adalah penyebaran pemahaman tentang "Merdeka Belajar." Konsep "Merdeka Belajar" mengajak semua pihak, termasuk siswa, guru, orang tua, dan masyarakat luas untuk aktif dalam proses pembelajaran. Pada intinya, "Merdeka Belajar" mengandung makna bahwa pendidikan bukan hanya tentang apa yang diajarkan di sekolah, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar, mengajar, dan berkontribusi dalam meningkatkan pendidikan.

Mengapa Ini Penting?

Merdeka Mengajar adalah bukti nyata bahwa perubahan positif dalam dunia pendidikan dapat dicapai melalui kolaborasi dan aksi nyata masyarakat. Penyebaran pemahaman tentang "Merdeka Belajar" bukan hanya tentang merombak sistem pendidikan, tetapi juga tentang mengubah cara kita memandang pendidikan itu sendiri. Ini adalah langkah pertama menuju perubahan positif yang begitu diinginkan dalam sistem pendidikan Indonesia.

Apa itu Platform Merdeka Mengajar?

Platform Merdeka Mengajar dirancang untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka dengan tujuan membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, serta pemahaman yang lebih baik tentang Kurikulum Merdeka. Selain itu, platform ini disiapkan sebagai mitra yang mendorong guru dan kepala sekolah dalam proses pengajaran, pembelajaran, dan penciptaan karya.

Apa itu Aksi Nyata?

Aksi Nyata merupakan tahap terakhir dalam menyelesaikan satu topik dalam Pelatihan Mandiri. Ini juga merupakan wujud praktik dari pemahaman Anda terhadap materi yang telah dipelajari selama Pelatihan Mandiri. Melalui Aksi Nyata, Anda berkesempatan untuk mengaplikasikan teori yang telah Anda pelajari dalam Pelatihan Mandiri dan menunjukkan pemahaman serta keterampilan yang Anda kuasai dalam materi tersebut.

 Kesimpulan

Merdeka Mengajar adalah bukti bahwa setiap orang dapat memiliki peran penting dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Penyebaran pemahaman tentang "Merdeka Belajar" adalah salah satu langkah awal yang penting dalam mengubah mindset dan mendekatkan kita pada sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas. Ini adalah bukti bahwa bersama-sama kita dapat mencapai perubahan yang berarti dalam dunia pendidikan, dan itu adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak Indonesia.

 

 

Written by:

Rai Ratih Erlia

Ampibabo, 10 Oktober 2023

 

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris: Mengintegrasikan Google Earth, YouTube VR, dan Quizizz di Kelas X Fase E




Pendidikan telah mengalami transformasi yang signifikan seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Di era digital ini, guru tidak lagi terbatas pada metode pengajaran konvensional. Salah satu mata pelajaran yang bisa mendapatkan manfaat besar dari teknologi informasi adalah Bahasa Inggris. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan bagaimana guru dapat memanfaatkan teknologi informasi, khususnya Google Earth, YouTube VR, dan Quizizz, dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas X Fase E dengan fokus pada pembelajaran teks deskriptif mengenai tempat bersejarah.


Menggunakan Google Earth untuk Penentuan Tempat Bersejarah

Google Earth adalah alat yang luar biasa untuk membantu siswa memahami tempat bersejarah secara visual. Guru dapat memanfaatkan fitur ini dengan mengajak siswa melakukan eksplorasi virtual ke tempat bersejarah yang relevan dengan pembelajaran Bahasa Inggris mereka. Dengan Google Earth, siswa dapat melihat lokasi geografis tempat bersejarah, mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, dan mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang konteks sejarah tempat tersebut. Dengan cara ini, teknologi ini membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap deskripsi teks tempat bersejarah yang akan mereka buat.


Mencari Informasi Detail melalui YouTube VR

YouTube VR adalah alat yang fantastis untuk membawa siswa lebih dekat dengan tempat bersejarah yang mereka pelajari. Dengan mengenakan perangkat VR, siswa dapat merasakan sensasi seakan-akan berada di tempat tersebut. Guru dapat mencari video atau tur virtual yang relevan dengan tempat bersejarah yang sedang dipelajari, dan siswa dapat mengalami kunjungan virtual yang mendalam. Ini tidak hanya memperkaya pengalaman pembelajaran, tetapi juga membantu siswa mendapatkan detail yang lebih baik untuk mengisi deskripsi teks mereka.


Evaluasi Akhir dengan Quizizz

Setelah siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tempat bersejarah dan mengumpulkan informasi melalui teknologi Google Earth dan YouTube VR, guru dapat menggunakan Quizizz sebagai alat evaluasi akhir. Quizizz adalah platform pembelajaran berbasis game yang memungkinkan guru membuat kuis interaktif. Guru dapat menciptakan kuis yang berfokus pada deskripsi tempat bersejarah yang telah dipelajari, memeriksa pemahaman siswa tentang materi, dan mengukur kemajuan mereka. Ini juga memberikan elemen kompetisi yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.


Diferensiasi Konten

Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris ini juga memungkinkan guru untuk melakukan diferensiasi konten. Dengan kata lain, guru dapat menyesuaikan pembelajaran untuk berbagai tingkat kemampuan siswa. Mereka dapat memberikan tugas tambahan atau materi yang lebih menantang kepada siswa yang lebih mahir, sementara memberikan dukungan tambahan kepada siswa yang membutuhkannya. Ini membantu setiap siswa mencapai potensi mereka secara individual.


Kesimpulan

Pemanfaatan teknologi informasi, seperti Google Earth, YouTube VR, dan Quizizz, dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam pembelajaran deskriptif teks tempat bersejarah, membuka peluang baru untuk meningkatkan pemahaman siswa, meningkatkan motivasi mereka, dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam. Dengan memanfaatkan alat-alat ini, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan menarik bagi siswa, membantu mereka mengembangkan keterampilan Bahasa Inggris mereka sambil mengeksplorasi dan memahami warisan sejarah dunia.


Pentingnya Refleksi dan Umpan Balik

“Membuka Pintu Minat Bahasa Inggris:

Strategi Efektif Menghadapi Tantangan Siswa yang Kurang Antusias”


 Pendahuluan

Dalam dunia global yang semakin terhubung, kemampuan berbahasa Inggris menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Meskipun demikian, sebagai pendidik, saya menyadari bahwa tidak semua siswa dengan mudah merangkul pelajaran bahasa Inggris. Beberapa di antara mereka menghadapi kesulitan, bahkan menunjukkan kurangnya minat dalam mempelajari bahasa ini. Melalui refleksi ini, kita akan menjelajahi perjalanan saya dalam menghadapi tantangan mengajar siswa yang tidak suka belajar bahasa Inggris, serta strategi yang dapat diadopsi untuk merangsang minat dan motivasi mereka.

 

Tantangan yang Dihadapi

Siswa yang tidak menyukai belajar bahasa Inggris seringkali menghadapi berbagai tantangan. Mereka mungkin merasa canggung atau takut untuk berbicara dalam bahasa Inggris, khawatir membuat kesalahan atau menjadi bahan tertawaan teman sekelas. Selain itu, aspek teknis dari tata bahasa dan kosa kata yang berbeda dapat terasa menakutkan bagi beberapa siswa. Tantangan lainnya adalah persepsi mereka tentang relevansi bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Semua tantangan ini menghasilkan hambatan yang nyata dalam menginspirasi minat dan antusiasme mereka terhadap pembelajaran bahasa Inggris.

Refleksi dan Pembelajaran

Menghadapi tantangan ini, saya menyadari bahwa pendekatan satu ukuran tidak cocok untuk semua siswa. Kebutuhan dan preferensi setiap siswa harus diakui dan diberdayakan dalam lingkungan pembelajaran. Salah satu langkah pertama yang saya ambil adalah berbicara dengan para siswa untuk memahami perasaan dan pandangan mereka terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Melalui dialog terbuka, saya dapat mengidentifikasi akar masalah dan mencari solusi bersama.

Selanjutnya, saya mencoba untuk menghadirkan konten pembelajaran yang berhubungan dengan minat dan kehidupan sehari-hari siswa. Misalnya, saya menggabungkan lagu-lagu populer atau klip film yang mereka nikmati dalam materi pembelajaran. Hal ini membantu siswa untuk merasa lebih terhubung dengan bahasa Inggris dan melihat relevansinya dalam konteks yang mereka pahami.

Saya juga mempraktikkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Ini mencakup memberikan mereka otonomi dalam memilih topik atau proyek bahasa Inggris yang mereka ingin eksplorasi. Misalnya, beberapa siswa mungkin tertarik untuk membuat film pendek dalam bahasa Inggris tentang topik yang mereka sukai, contohnya, saat saya memberikan materi “procedure text How to make instant noodle”. Pendekatan ini memberikan siswa ruang untuk berkreasi dan merasa memiliki proses pembelajaran mereka sendiri.

 

Pentingnya Umpan Balik dan Dukungan

Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berpola menjadi elemen penting dalam mengatasi tantangan siswa yang kurang antusias terhadap bahasa Inggris. Saya selalu berusaha untuk memberikan pujian secara tulus ketika mereka mencapai prestasi, sekecil apapun. Namun, lebih dari itu, umpan balik konstruktif saat mereka membuat kesalahan juga penting. Siswa perlu merasa bahwa kesalahan adalah bagian normal dari proses pembelajaran dan bahwa mereka dapat belajar dari kesalahan tersebut.

Selain itu, memberikan dukungan individual kepada siswa yang memerlukan bantuan tambahan menjadi kunci. Saya membuat waktu khusus untuk berdiskusi satu-satu dengan siswa yang menghadapi kesulitan. Ini memungkinkan saya untuk lebih memahami hambatan yang mereka hadapi dan merancang strategi yang sesuai untuk membantu mereka mengatasi masalah tersebut.

Hasil dan Harapan

Melalui refleksi dan upaya yang berkelanjutan, saya melihat perubahan positif pada minat dan antusiasme siswa terhadap bahasa Inggris. Beberapa siswa yang awalnya skeptis mulai menunjukkan minat yang lebih besar dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Lebih dari sekadar mengajarkan bahasa, pengalaman ini mengajarkan saya tentang pentingnya merangkul perbedaan individual dalam pendekatan pembelajaran.

 

Kesimpulan

Menghadapi siswa yang kurang antusias terhadap pembelajaran bahasa Inggris adalah tantangan nyata, tetapi bukanlah hal yang tidak dapat diatasi. Melalui pendekatan yang inovatif, dukungan personal, dan pendekatan yang berpusat pada siswa, pendidik dapat membuka pintu bagi minat dan motivasi mereka. Setiap siswa memiliki potensi untuk menguasai bahasa Inggris, dan tugas kita sebagai pendidik adalah memberikan lingkungan yang mendukung mereka dalam perjalanan ini.

 

 

Ampibabo, 10 Agustus 2023

Rai Ratih Erlia,S.Pd.,Gr

 

x

  "Rumah Tua" adalah sebuah cerpen yang mengisahkan perjalanan emosional seorang tokoh dalam menemukan makna rumah, kenangan, dan...